Pembentukan Barung Siaga dan Regu Penggalang, Awali Pembinaan Pramuka yang Aktif dan Berkarakter

MITAATWedung, (24/7/26) – Gerakan Pramuka Gugus Depan 13.65 - 13.66 Pangkalan MI Tarbiyatul Athfal Wedung melaksanakan kegiatan pembentukan Barung bagi Pramuka Siaga dan Regu bagi Pramuka Penggalang sebagai langkah awal pelaksanaan latihan Pramuka Tahun Ajaran 2026/2027.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan madrasah ini diikuti dengan penuh semangat oleh seluruh anggota Pramuka. Pembentukan Barung dan Regu dilakukan secara terarah dengan pendampingan para pembina agar setiap anggota dapat saling mengenal, bekerja sama, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam kelompoknya.

Pada golongan Siaga, peserta dibagi ke dalam beberapa Barung yang diberi nama berdasarkan warna, sedangkan pada golongan Penggalang dibentuk beberapa Regu yang memilih nama, yel-yel, dan pemimpin regu sebagai identitas kelompok masing-masing.

Pembina Pramuka menyampaikan bahwa pembentukan Barung dan Regu bukan sekadar pembagian kelompok, tetapi merupakan proses pembelajaran kepemimpinan, kedisiplinan, komunikasi, dan kerja sama yang menjadi dasar dalam setiap kegiatan kepramukaan.

Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh anggota Pramuka dapat mengikuti latihan dengan lebih aktif, kompak, dan bertanggung jawab, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Satya dan Darma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh keceriaan. Seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengenal anggota kelompoknya serta mempersiapkan diri untuk mengikuti berbagai kegiatan kepramukaan pada pertemuan-pertemuan berikutnya.

Salam Pramuka

Upacara Pindah Golongan Siaga ke Penggalang Gudep 13.65/13.66 Pangkalan MI Tarbiyatul Athfal Berlangsung Khidmat

MITAATWedung, Gerakan Pramuka Gugus Depan (Gudep) 13.65 Putra dan 13.66 Putri Pangkalan MI Tarbiyatul Athfal melaksanakan Upacara Pindah Golongan dari Siaga ke Penggalang pada Sabtu (24/7/2026). Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat. 

Upacara ini menjadi momen penting bagi anggota Pramuka Siaga yang telah memenuhi syarat untuk memasuki golongan Penggalang. Prosesi perpindahan golongan dilaksanakan sesuai tradisi kepramukaan sebagai simbol bertambahnya usia, kedewasaan, serta tanggung jawab dalam menjalankan nilai-nilai Dasa Dharma dan Satya Pramuka.

Dalam sambutannya, Pembina Upacara menyampaikan bahwa perpindahan golongan bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari perjalanan baru dalam mengembangkan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, serta semangat gotong royong. Para Penggalang diharapkan mampu menjadi teladan, lebih mandiri, dan aktif dalam setiap kegiatan kepramukaan maupun kehidupan sehari-hari.

Prosesi upacara berlangsung tertib, diawali dengan pembukaan, penghormatan kepada Sang Merah Putih, pembacaan Satya dan Dasa Dharma Pramuka, pelaksanaan upacara pindah golongan, penyematan tanda golongan Penggalang, serta diakhiri dengan doa bersama.

Melalui kegiatan ini, MI Tarbiyatul Athfal berkomitmen untuk terus membina peserta didik agar memiliki karakter yang beriman, disiplin, bertanggung jawab, cinta tanah air, serta memiliki jiwa kepemimpinan sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka sebagai wadah pendidikan karakter bagi generasi muda.

Dengan semangat Pramuka, diharapkan seluruh anggota Penggalang Gudep 13.65-13.66 Pangkalan MI Tarbiyatul Athfal dapat terus berkarya, berprestasi, dan mengamalkan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Upacara Penerimaan Anggota Baru Pramuka Siaga Gudep 13.65–13.66 Pangkalan MI Tarbiyatul Athfal Wedung Tahun 2026

MITAATWedung, (24/7/26) – Pangkalan MI Tarbiyatul Athfal Wedung menyelenggarakan Upacara Penerimaan Anggota Baru Pramuka Golongan Siaga Gudep 13.65–13.66 Tahun 2026 dengan penuh semangat, khidmat, dan keceriaan. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi peserta didik untuk bergabung secara resmi dalam Gerakan Pramuka sekaligus menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, serta semangat kebersamaan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara pembukaan, penghormatan kepada Sang Merah Putih, pembacaan Dwi Satya dan Dwi Dharma Pramuka Siaga, penyematan tanda anggota, serta ikrar penerimaan anggota baru yang berlangsung dengan tertib dan penuh makna.

Dalam sambutannya, Pembina Pramuka Siaga MI Tarbiyatul Athfal Wedung menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan awal pembentukan karakter peserta didik melalui pendidikan kepramukaan. Diharapkan seluruh anggota baru mampu menjadi Pramuka Siaga yang disiplin, berakhlak mulia, mandiri, peduli terhadap sesama, serta memiliki semangat belajar dan berkarya demi masa depan yang lebih baik.

Para peserta tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara. Dengan mengenakan seragam Pramuka lengkap, mereka menunjukkan semangat untuk menjadi pribadi yang tangguh, bertanggung jawab, serta siap mengamalkan nilai-nilai Dwi Satya dan Dwi Dharma dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan Upacara Penerimaan Anggota Baru ini, Gudep 13.65–13.66 Pangkalan MI Tarbiyatul Athfal Wedung berharap dapat melahirkan generasi Pramuka Siaga yang berkarakter, cinta tanah air, berjiwa gotong royong, serta mampu menjadi teladan baik di lingkungan madrasah, keluarga, maupun masyarakat.

Salam Pramuka!

Hari Terakhir MATAMUDA MI TAAT, Anak-Anak Riang Gembira Menerima Cinderamata

MITAATWedung – Suasana penuh keceriaan mewarnai hari terakhir kegiatan MATAMUDA MI TAAT yang berlangsung pada Sabtu (18/7/2026). Kegiatan penutupan ini menjadi momen yang berkesan bagi seluruh peserta setelah mengikuti rangkaian program dengan penuh semangat.

Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan antusiasme selama mengikuti kegiatan, Kepala Madrasah Sulaiman membagikan cinderamata kepada seluruh peserta. Anak-anak tampak riang gembira saat menerima Cinderamata tersebut. Senyum bahagia dan antusiasme mereka menjadi penutup yang indah bagi pelaksanaan MATAMUDA MI TAAT tahun ini.

Selama kegiatan berlangsung, para murid  mendapatkan berbagai pengalaman belajar yang menyenangkan, mulai dari pembiasaan karakter, kegiatan edukatif, hingga permainan yang membangun semangat kebersamaan. Seluruh rangkaian acara dirancang untuk menumbuhkan karakter positif, rasa percaya diri, serta semangat belajar sejak dini.

Kepala Madrasah menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru, orang tua, dan pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan MATAMUDA MI TAAT. Diharapkan nilai-nilai baik yang telah ditanamkan selama kegiatan dapat terus diterapkan oleh peserta dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan berakhirnya MATAMUDA MI TAAT, diharapkan seluruh murid siap memasuki tahun ajaran baru dengan semangat, keceriaan, dan motivasi untuk terus belajar serta menjadi generasi yang berakhlak mulia, cerdas, dan berprestasi

MI TAAT Gelar Upacara Peringatan Hari Anak Nasional 2026, Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan

MITAATWedung, 23 Juli 2026 – Madrasah Ibtidaiyah (MI) TAAT menggelar Upacara Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 di halaman madrasah pada Kamis (23/7). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta didik, dewan guru, dan tenaga kependidikan dengan penuh khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap hak-hak anak sekaligus menumbuhkan semangat belajar, disiplin, dan karakter mulia.

Dalam amanatnya, pembina upacara menyampaikan bahwa Hari Anak Nasional merupakan momentum penting untuk mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar terus memenuhi hak-hak anak, memberikan perlindungan, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 juga mengajak seluruh pihak untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, sejalan dengan semangat "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan" yang diusung dalam peringatan Hari Anak Nasional tahun ini. 

Kepala MI TAAT menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini diharapkan seluruh peserta didik semakin termotivasi untuk menjadi anak yang rajin belajar, berakhlakul karimah, mencintai tanah air, serta mampu mengembangkan potensi diri sesuai bakat dan minat masing-masing.

"Anak-anak adalah amanah sekaligus generasi penerus bangsa. Madrasah memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk karakter, akhlak, dan kepedulian sosial," ujarnya.

Suasana upacara berlangsung dengan tertib dan penuh semangat. Para siswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias sebagai wujud kecintaan terhadap bangsa dan komitmen untuk menjadi generasi penerus yang cerdas, sehat, berkarakter, dan berdaya saing.

Melalui peringatan Hari Anak Nasional ini, MI TAAT menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan lingkungan madrasah yang ramah anak, aman, inklusif, serta mendukung tumbuh kembang peserta didik agar menjadi generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan



Permainan "Merah Hijau" Efektif Melatih Konsentrasi, Ketangkasan, Ketepatan, dan Kecepatan

MITAATWedung, (18/7/26) – Permainan Merah Hijau menjadi salah satu aktivitas edukatif yang mampu mengembangkan berbagai keterampilan penting, khususnya bagi anak-anak. Selain menghadirkan suasana yang menyenangkan, permainan ini terbukti melatih konsentrasi, ketangkasan, ketepatan dalam mengambil keputusan, serta kecepatan merespons setiap instruksi yang diberikan.

Dalam permainan ini, peserta diminta bergerak sesuai aba-aba. Ketika terdengar kata "Hijau", peserta pegang kertas hijau atau bergerak ke hijau, sedangkan saat terdengar "Merah" peserta pegang kertas merah atau bergerak ke merah. Tantangan semakin meningkat ketika instruksi diberikan dengan tempo yang lebih cepat atau diselingi gerakan yang mengecoh, sehingga peserta dituntut tetap fokus dan tidak mudah terpengaruh.

Melalui aktivitas tersebut, peserta belajar mengendalikan diri, meningkatkan koordinasi tubuh, serta mengasah kemampuan berpikir cepat dalam mengambil keputusan yang tepat. Permainan ini juga mendorong sportivitas, disiplin, dan kerja sama apabila dimainkan secara berkelompok.

Penyelenggara kegiatan menyampaikan bahwa permainan Merah Hijau merupakan metode pembelajaran yang sederhana namun memiliki manfaat besar dalam mendukung perkembangan kemampuan motorik, kognitif, dan sosial peserta. Oleh karena itu, permainan ini sangat cocok diterapkan dalam kegiatan madrasah, pelatihan kepemudaan, maupun aktivitas luar ruang yang bertujuan membangun karakter dan meningkatkan keterampilan dasar.

Dengan menggabungkan unsur edukasi dan hiburan, Permainan Merah Hijau diharapkan menjadi alternatif kegiatan yang mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, menyenangkan, dan bermakna bagi seluruh peserta.

Pembiasaan Keagamaan Menjadi Awal Kegiatan Pembelajaran di MI TAAT

MITAATWedung - Dalam upaya membentuk karakter murid yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia, MI TAAT secara konsisten melaksanakan kegiatan pembiasaan keagamaan sebelum dimulainya proses pembelajaran setiap hari.

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus memohon kelancaran dalam menuntut ilmu. Selanjutnya, seluruh murid bersama guru membaca Asmaul Husna untuk menanamkan kecintaan kepada Allah SWT melalui pengenalan nama-nama-Nya yang mulia.

Setelah itu, para murid melaksanakan salat Dhuha secara bersama sama sesuai dengan pengaturan yang telah ditetapkan oleh madrasah. Kegiatan ini menjadi sarana untuk membiasakan ibadah sunnah serta menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kekhusyukan dalam beribadah.

Kepala MI TAAT Sulaiman menyampaikan bahwa pembiasaan keagamaan merupakan bagian dari pendidikan karakter yang menjadi ciri khas madrasah. Melalui kegiatan yang dilakukan secara rutin, diharapkan murid tidak hanya memiliki prestasi akademik yang baik, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang religius, berakhlak mulia, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan terlaksananya pembiasaan berdoa, membaca Asmaul Husna, dan salat Dhuha setiap pagi, suasana belajar di MI TAAT menjadi lebih kondusif, penuh semangat, dan membawa keberkahan bagi seluruh warga madrasah. Program ini diharapkan terus menjadi budaya positif yang mendukung terwujudnya generasi yang cerdas, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.